Sejarah Liga Portugal
Sebelum kompetisi yang
resmi terbentuk pada 1938, suatu kompetisi eksperimental dengan basis liga telah
dibuat — Primeira Liga (Liga Utama) dan juara dari kompetisi tersebut
akan dinamakan "juara liga". Walaupun begitu, Campeonato de Portugal yang dilangsungkan
dengan sistem gugur adalah kompetisi yang terpopuler dan juaranya dirumuskan
sbg "juara Portugal".
Setelah itu, suatu
kompetisi dengan basis liga diwujudkan dan menjadi perkara terpenting dalam
kalender sepak bola Portugal serta mulai memberikan
rumusan siapa "juara Portugal" yang sebenarnya. Dari 1938–2000, nama Campeonato Nacional da Primeira Divisão (Divisi
Utama Kompetisi Nasional), atau hanya Primeira Divisão (Divisi
Utama), dipergunakan. Saat LPFP mengambil alih kedua divisi utama liga,
kompetisi ini dinamai ulang menjadi Campeonato Nacional da Primeira Liga (Liga
Utama Kompetisi Nasional), atau disingkat Primeira Liga (Liga Utama).
Os Três Grandes adalah
nama panggilan untuk tiga klub olahraga terkuat di Portugal. Tim sepak bola Sport Lisboa e Benfica, Futebol Clube do Porto, dan Sporting Clube de Portugal mempunyai
persaingan yang sempit dan biasanya adalah unggulan utama untuk meraih juara
liga. Diantara mereka bertiga, mereka menguasai seluruh gelar liga Portugal
yang pernah dipertontonkan, kecuali pada 2 musim yang dimenangkan oleh 2 tim
lain, dan biasanya mereka berbagi letak di 3 akbar liga. 2 klub di luar Os
Três Grandes yang pernah memenangkan liga Portugal adalah Belenenses pada musim 1945–1946 dan Boavista pada musim 2000–2001. Ketiga klub tersebut menguasai liga
Portugal, sehingga wajar untuk mendukung salah satu tim tersebut sbg "tim
utama". Os Três Grandes selalu memiliki rata-rata jumlah
penonton terbesar di Primeira Liga setiap musimnya, sementara tim lainnya, yang
mengandalkan pendukung dari daerah masing-masing (dengan pengecualian
kepada Vitória de Guimarães dan Braga, yang adalah peringkat ke-4 dan 5 dengan
basis pendukung yang cukup banyak), telah terkena imbas dari monopoli tiga
raksasa tersebut. Monopoli tersebut telah menjadi salah satu gagasan mengapa
Primeira Liga menjadi salah satu liga dengan jumlah rata-rata penonton di
Eropa, selain harga tiket pertandingan dan penyiaran hampir seluruh
pertandingan liga. Pada olahraga lainnya, persaingan selang ketiga raksasa ini
juga sangat kuat dan biasanya memimpin perbincangan selang pemain dengan
suporter. Benfica adalah tim
dengan gelar juara liga terbanyak secara semuanya, namun Porto menguasai
persaingan liga selama tiga dekade terakhir, mempunyai semakin banyak gelar
dibandingkan tim Portugal lainnya dan adalah tim dengan gelar Piala Super
Portugal terbanyak. Sporting sendiri mempertahankan peringkat ke-3 dengan
jumlah gelar Piala Portugal yang hampir sama dengan gelar liga. Benfica pernah
memenangkan Liga Champions dua kali bersambung dan
Porto menjadi satu-satunya klub asal Portugal yang pernah menjuarai seluruh
kompetisi Eropa (kecuali Piala Intertoto) dalam 25 tahun terakhir,
semenjak 1987, dengan 2 gelar Liga Champions, 2 gelar Piala UEFA/Liga Eropa, 1 Piala Super Eropa, dan 2 Piala Interkontinental. Sporting pernah
menjadi sekali menjadi juara di kompetisi yang sekarang sudah dibubarkan, Piala Winners UEFA, pada tahun 1960-an. Di luar
tiga raksasa tersebut, Braga pernah memenangkan Piala Intertoto yang terakhir pada 2008 dan menjadi runner-up Liga Eropa UEFA 2010–11, kalah saat
menghadapi Porto.

Komentar
Posting Komentar