Sejarah Copa America
Copa America
adalah kejuaraan sepak bola utama negara-negara di kawasan Amerika Selatan.
Turnamen ini berada di bawah naungan Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan
atau CONMEBOL. Copa America pertama kali digelar pada 1916. Hingga tahun 1975,
nama resmi turnamen adalah Kejuaraan Sepak Bola Amerika Selatan atau CampeonatoSudamericano de Futbol.
Penyelenggaraan
edisi pertama Copa America merupakan bagian dari peringatan 100 tahun
kemerdekaan Argentina. Pada edisi perdana, Copa America hanya diikuti oleh
empat tim yaitu Argentina sebagai tuan rumah, Chile, Uruguay, dan Brasil.
Turnamen tersebut menggunakan sistem round robin di mana keempat tim saling
bertemu. Pada saat itu, sebuah kemenangan mendapatkan poin 2 (dua), imbang 1
(satu) dan kalah 0 (nol). Uruguay menjadi pemenang edisi pertama setelah
mengemas hasil dua kemenangan dan satu imbang. Pada pertandingan terakhir,
Uruguay bermain imbang 0-0 dengan tuan rumah Argentina dalam laga yang digelar
di Stadion Avellaneda . Turnamen edisi pertama itu terbilang sukses sehingga
digelar kembali pada tahun berikutnya. Dari edisi pertama hingga tahun 1967,
nama turnamen tersebut adalah Campeonato Sudamericano de Selecciones. Adapun,
turnamen digelar dengan jeda tahun berubah-ubah. Kemudian, sejak 1975 yang
merupakan turnamen edisi ke-30, nama kejuaraan resmi menjadi Copa America. Pada
era baru ini terdapat sejumlah perubahan termasuk sistem poin yang mengikuti
regulasi FIFA. Sejak 1975 hingga 2001, Copa America diadakan dua tahun sekali.
Kemudian berubah menjadi tiga tahun sekali dari 2001 sampai dengan 2007. Lalu,
dari 2007 hingga 2019 dilangsungkan empat tahun sekali dengan edisi spesial
Copa America Centenario pada 2016.

Komentar
Posting Komentar