Sejarah Bundesliga (Liga Jerman)
Pada 1949,
seluruh kompetisi regional tersebut ditingkatkan menjadi kompetisi semi
profesional dan hanya terbagi ke dalam lima regional yaitu Nord (North), Sud
(South), Sudwest (Southwest), West, dan Berlin. Juara serta runner-up dari
setiap regional akan bertanding pada laga playoff untuk menentukan dua tim yang
berhak lolos ke final untuk merebutkan gelar di tingkat nasional.
Selama
dekade 1950, gagasan pembentukan kompetisi profesional utama telah sering
digaungkan. Alasan yang melatarbelakanginya adalah meningkatnya jumlah pemain
terbaik di liga domestik yang eksodus ke liga profesional negara-negara lain
serta buruknya penampilan klub-klub Jerman kala berhadapan dengan klub-klub
profesional dari negara lain.
Sosok
utama pendukung gagasan tersebut adalah pelatih timnas Jerman kala itu, Sepp
Herberger yang mengatakan, “jika kita ingin tetap kompetitif di level
internasional, maka kita harus meningkatkan standar kita di tingkat nasional.”
Di
sisi lain, pada 1950, Jerman Timur juga telah memiliki sistem liga tersendiri
yang bernama Deutscher Sportausschuss Oberliga (DS-Oberliga). Di kemudian hari,
tepatnya pada 1958, kompetisi tersebut berganti nama menjadi Football Oberliga
DFV. Kekalahan timnas Jerman Barat 0-1 oleh Yugoslavia
pada perempat final Piala Dunia 1962 di Chile menjadi faktor pendorong utama
segera dibentuknya kompetisi utama sepak bola nasional.
Pada
kongres tahunan Deutsche Fußball Bund (Asosiasi Sepak Bola Jerman) yang
dipimpin oleh Presiden DFB yang baru terpilih pada hari yang sama, Hermann
Gösmann, akhirnya tercapai kesepakatan mengenai pembentukan Bundesliga pada 28
Juli 1962. Kongres tahunan tersebut diadakan di Westfalenhallen, Dortmund.
Pada
kongres tersebut, disepakati pula bahwa kompetisi baru yang diberi nama
Fußball-Bundesliga atau 1. Bundesliga atau Bundesliga dikelola oleh DeutscheFußball Liga (DFL) dan akan dimulai pada musim 1963-1964. Kompetisi tersebut
merupakan kompetisi kasta teratas di sistem sepak bola Jerman. Dari 46 klub liga regional yang mengajukan diri
sebagai peserta liga yang baru terbentuk, akhirnya terpilih 16 klub peserta.
Adapun kriteria yang digunakan dalam menentukan klub yang terpilih adalah
prestasi klub di lapangan, kriteria ekonomi, serta perwakilan setiap liga
regional di kompetisi baru. 16 klub yang terpilih
sebagai peserta awal Bundesliga adalah Eintracht Braunschweig, Werder Bremen,
Hamburger SV (Oberliga Nord), Borussia Dortmund, 1. FC Köln, Meidericher SV
(sekarang MSV Duisburg), Preußen Münster, Schalke 04 (Oberliga West), 1. FC
Kaiserslautern, 1. FC Saarbrücken (Oberliga Sudwest), Eintracht Frankfurt,
Karlsruher SC, 1. FC Nürnberg, 1860 Munich, VfB Stuttgart (Oberliga Sud), dan
Hertha BSC (Oberliga Berlin).
Setelah
proses penyatuan kembali Jerman Barat dan Jerman Timur, pada musim 1991-1992,
struktur kompetisi kembali mengalami perubahan dimana terjadi penambahan jumlah
peserta dari 18 menjadi 20. Semusim kemudian, jumlah peserta kembali berkurang
menjadi 18, struktur tersebut terus bertahan hingga saat ini.
Keputusan
pembentukan Bundesliga terbukti berdampak positif bagi Jerman. Jerman bersama
Italia (sebelum kegagalan lolos ke Piala Dunia 2018) menjadi dua negara Eropa
yang mampu selalu lolos ke Piala Dunia. Berbagai capaian fantastis juga mampu
diraih oleh timnas maupun klub Jerman sejak 1963 diantaranya 2 gelar Piala
Dunia, 3 gelar Piala Eropa, dan 17 gelar kompetisi antar klub Eropa.
.svg.png)
Komentar
Posting Komentar